Sabtu, 20 Desember 2014

UJI MUTU MINYAK GORENG BILANGAN ASAM

UJI MUTU MINYAK GORENG
BILANGAN ASAM
                                                                             

I.              Tujuan
Untuk mengetahui bilangan asam pada sampel minyak goreng.
II.            Dasar Teori
 Mutu minyak goreng ditentukan oleh titik asapnya, yaitu, suhu pemanasan minyak sampai timbul asap tipis kebiruan. Pada suhu itu, akan terbentuk aroma tidak enak dan senyawa yang dapat menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan, serta kerusakan zat gizi. Makin tinggi titik asap, makin baik mutu minyak goreng. Selain itu, minyak goreng dikatakan baik bagi kesehatan jika mengandung banyak asam lemak tak jenuh tunggal atau ganda.  Minyak goreng dapa mengalami perubahan mutu akibat dari :
1.     hidrolisis atau triasilgliserol dengan keberadaan air sehingga menghasilkan asam – asam lemak, monogliserida, digleserida dan gliserol.
2.    Oksidasi minyak menghasilkan monomer teroksidasi, dimer, dan polimer oksidatif, dimer dan polimer non polar, serta senyawa volatil seperti aldehida, hidrokarbon, keton, alkohol, dll.
3.    Perlakuan suhu tinggi atau pemanasan pada minyak sehingga menghasilkan monomer siklik, dimer dan polimer.
Kualitas minyak goreng sangat ditentukan oleh sifat fisika dan kimianya. Semakin sering minyak goreng dipanaskan maka kualitasnya akan semakin menurun.  Namun, kerusakan minyak juga dapat terjadi selama penyimpanan. Penyimpanan yang salah dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan pecahnya ikatan trigliserida pada minyak yang pada akhirnya membentuk gliserol dan asam lemak bebas (Ketaren, 1986).

III.           Prinsip Kerja
Minyak dilarutkan dalam alkohol, kemudian di titrasi dengan larutan basa (KOH atau NaOH 0,1 N) dengan indikator PP.

IV.          Alat dan Bahan
A.  Alat-alat yang digunakan :
1. Alat gelas (Erlenmeyer, Gelas beker, Gelas ukur, Labu ukur)
2. Buret
3. Pipet gondok
4. Pipet tetes
5. Batang pengaduk/ spatula
6. Botol semprot  
B.    Bahan-bahan yang digunakan :
1.  Petroleum eter (eter minyak tanah) yang telah dinetralkan atau campuran dari ( alkohol 70 ml + benzen 30 ml) yang telah dinetralkan.
2.  Asam oksalat 0,1N
3.  Alkohol 95%
4.  Indikator PP
5.  Larutan KOH atau NaOH 0,1 N

V.           Cara Kerja
A.  PERSIAPAN REAGEN
1.    Pembuatan larutan NaOH 0,1 N
Timbang 0,2260 gram NaOH, masukan ke dalam labu ukur 50,0 ml kemudian tambahkan dengan akuadest sampai tanda batas. Homogenkan.
2.    Pembuatan larutan asam oksalat 0,1 N
Timbang 1,26 gram asam oksalat dihidrat, masukan ke dalam labu ukur 100,0 ml kemudian tambahkan dengan akuadest sampai tanda batas. Homogenkan.

B.  STANDARISASI LARUTAN NaOH 0,1 N TERHADAP LARUTAN ASAM OKSALAT 0,1 N
1.    Isi buret dengan larutan NaOH 0,1 N
2.    Pipet 10.0 ml asam oksalat 0,1N  Masukkan kedalam erlenmeyer 250 ml.
3.    Tambahkan 25 ml akuades
4.    Tambahkan 1 ml indikator PP
5.    Titrasi dengan larutan NaOH, end point terjadi apabila ada perubahan warna dari warna larutan yang bening menjadi merah muda atau pink.

C. PENETAPAN KADAR SAMPEL
1.  Isi buret dengan larutan NaOH 0,1 N
2.  10 ml sampel masukan kedalam erlenmeyer
3.   Ditambahkan dengan 50 ml petrolium eter
4.  Ditambahkan dengan 1 ml indikator PP
5.  Titrasi dengan larutan NaOH 0,1 N sampai timbul warna merah jambu


VI.           Rumus Perhitungan
A.    N1  =
B.    N2  =
C.   Bilangan asam  :   = .......mg NaOH / gram

D.   Penetapan % as. Lemak bebas == ...%
Keterangan :
m adalah bobot molekul asam lemak
ü  200 bagi asam laurat
ü  282 bagi asam oleat
ü  205 bagi minyak atau lemak dari minyak tanah
ü  263 bagi minyak atau lemak dari minyak sawit





VII.         Data Percobaan
Bilangan Asam
A. Titrasi Standarisasi NaOH 0,1 N terhadap Asam oksalat 0,1 N
No
Vol Bp di pipet (ml)
Pembacaanburet (ml)
Titrasi (ml)
1
2

B.   Titrasi Penetapan kadar  sampel minyak
1.  Sampel minyak baru
No
W sampel (gram)
Pembacaan buret (ml)
Titrasi (ml)
1
2

2.  Sampel minyak tengik
No
W sampel (gram)
Pembacaan buret (ml)
Titrasi (ml)
1
2



VIII.       Dokumentasi

                        Titrasi standarisasi                         Titrasi penetapan kadar sampel


Tidak ada komentar:

Posting Komentar